Tiga Tuntutan Gerakan Mahasiswa Kawal Pilrek Unila 2019

363 views

 

Tiga Tuntutan Gerakan Mahasiswa Kawal Pilrek Unila 2019

Jenderal Gerakan Mahasiswa Kawal Pilrek Unila 2019, Fajar Agung Pangestu, menunjukkan tiga tuntutan yang disampaikan ke Senat Unila di Gedung Rektorat Lantai 3, Senin (26/8/2019). Foto: Buletin7.com

BULETIN7.COM, BANDARLAMPUNG – MAHASISWA Universitas Lampung (Unila) membentuk Gerakan Mahasiswa Kawal Pilrek Unila untuk mengawal jalannya tahapan Pemilihan Rektor Unila 2019-2023.

Gerakan Mahasiswa Kawal Pilrek Unila 2019 merupakan gabungan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa Jurusan, dan BEM Keluarga Besar Mahasiswa (KBM).

Pada Senin (26/8/2019) lalu, Gerakan Mahasiswa Kawal Pilrek Unila 2019 menggeruduk ruang Senat Unila di Gedung Rektorat Lantai 3.

Mereka menuntut penjelasan dari Ketua Senat Unila Profesor Heryandi terkait pengunduran jadwal tahapan pemaparan visi misi dan program kerja kelima bakal calon rektor, dari 26 Agustus menjadi 30 Agustus 2019 di Gedung Serba Guna (GSG).

Pengunduran jadwal ini sebelumnya disebabkan karena adanya penyesuaian waktu dengan kunjungan Kemristek DIKTI.

“Kami mengaspirasikan harapan kami karena pemilihan rektor ini adalah harapan baru universitas kita mencapai visi top ten university pada 2025,” kata Jenderal Gerakan Mahasiswa Kawal Pilrek Unila 2019, Fajar Agung Pangestu.

Tiga Tuntutan Gerakan Mahasiswa Kawal Pilrek Unila 2019

Gerakan Mahasiswa Kawal Pilrek Unila 2019 menyampaikan tiga tuntutan terkait tahapan pemilihan rektor kepada Ketua Senat Unila Prof Heryandi di Gedung Rektorat Lantai 3, Senin (26/8/2019). Foto: Buletin7.com

Fajar yang juga Presiden Mahasiswa Unila meminta rektor baru yang terpilih nanti bebas dari politik transaksional.

“Kami menginginkan rektor baru yang terpilih nanti hasil dari politik gagasan. Untuk itu kami menyampaikan tiga tuntutan kepada Senat Unila, dan syukur aspirasi kami diterima,” ujar Fajar.

Ada pun tiga tuntutan Gerakan Mahasiswa Kawal Pilrek Unila 2019 kepada Senat adalah :

  1. Memastikan selambat-lambatnya dalam 3 hari untuk memverifikasi seluruh tahapan pelaksanaan pemilihan rektor Unila.
  2. Menginformasikan yang termaksud pada point (1) kepada seluruh civitas akademika Unila melalui semua media yang dimiliki oleh Senat Unila, baik secara elektronik maupun media cetak (surat pemberitahuan).
  3. Memastikan adanya dialog terbuka calon rektor bersama mahasiswa untuk mendengarkan aspirasi mengenai kondisi Unila saat ini.
Baca juga:  214 Calon Mahasiswa Kuliah Gratis di Universitas Lampung

“Apabila ketiga poin di atas tidak diindahkan dalam waktu 3 hari ke depan, maka Prof Heryandi harus mengundurkan diri dari jabatan Ketua Senat Unila,” pungkas Fajar.

Pilrek Unila 2019 Universitas Lampung

Penulis: 
    author

    Posting Terkait