Rocky Gerung: Kampus pintu demokrasi

304 views

 

Rocky Gerung: Kampus pintu demokrasi

FISIP Universitas Lampung menggelar Diskusi Publik dengan tema Politik Akal Sehat untuk Membangun Peradaban Demokrasi bersama Rocky Gerung dan sastrawan Isbedy Setiawan di Mimbar Bebas FISIP, Selasa (2/7/2019). Foto: Buletin7.com

BULETIN7.COM, BANDARLAMPUNG – FAKULTAS Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung (FISIP UNILA) mengundang Rocky Gerung hadir di Diskusi Publik ‘Politik Akal Sehat untuk Membangun Peradaban Demokrasi’.

Acara yang berlangsung di Mimbar Bebas FISIP UNILA, Selasa (2/7/2019), turut dihadiri sastrawan Isbedy Setiawan.

Ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan, bersama dosen dan dekan memadati halaman Gedung A FISIP.

Dalam orasinya, si pemilik akal sehat, Rocky Gerung, menyebutkan proses demokrasi di kampus tidak lagi mengkritisi pemerintahan.

“Seluruh presiden setelah reformasi menjadi pemimpin ketika Indonesia sudah demokratis dan tidak lagi diganggu kritisisme,” kata Rocky Gerung.

Kehadiran FISIP di kampus seharusnya menjadi sarana untuk menguji kebijakan publik yang ditawarkan para calon pemimpin.

Menurut Rocky Gerung, demokrasi merupakan pintu yang dibuka oleh kampus.

“Sekarang pintu itu dikunci oleh kekuasaan. Kan di situ paradoksnya,” tegasnya.

Saat ini, lanjutnya, tidak ada lagi kelegaan dalam berpolitik.

Segala sesuatunya dipantau oleh kekuasaan sehingga menciptakan otoriterisme.

“Sekarang tidak ada kelegaan, yang ada hanyalah pantauan detik perdetik oleh kekuasaan dan kemudian disodorkan pada redaksi, pemasang iklan, dan rektor. Begitu cara pengendaliannya sekarang,” ujar Rocky.

Pada kesempatan yang berbeda, Ketua KPU Provinsi Lampung Nanang Trenggono, menilai pendapat Rocky Gerung terkait jalannya demokrasi setelah reformasi merupakan bentuk kekecewaan.

“Boleh jadi, Gerung kecewa dengan dinamika pasca reformasi saat ini. Karena Gerung juga menjadi bagian aktivis gerakan reformasi. Tapi dia agak lupa bahwa ia atau kita ini hanya bagian kecil saja dari suatu gerakan maha besar yakni gerakan keprihatinan, gerakan reformasi,” kata Nanang Trenggono.

Baca juga:  FISIP Universitas Lampung Buka Program S3 Studi Pembangunan

Sikap kritis Rocky Gerung merupakan sebuah pemberontakan jika koalisi yang dibangun pemerintah ke depan, hanya sebatas bagi-bagi jabatan menteri.

“Saya memahaminya. Tapi Gerung belum mampu menjabarkan, konkritnya seperti apa dalam alam demokrasi Indonesia ke depan. Akhirnya ia kecewa,” pungkas Nanang. (*)

FISIP UNILA Rocky Gerung

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan