PPK Enggal Diduga Memalsukan Dokumen Kependudukan

381 views
PPK Enggal Diduga Memalsukan Dokumen Kependudukan.
Lurah Rawa Laut Ahmad Nauval saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (28/2/2020). Foto: Buletin7.com

BULETIN7.COM, BANDARLAMPUNG – CALON PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) KPU Bandarlampung berinisial YM diduga memalsukan dokumen kependudukan.

Calon PPK dari Kecamatan Enggal Kelurahan Rawa Laut RT 07/Lk 1 ini, diketahui tidak terdaftar sebagai warga yang berdomisili di daerah tersebut.

Berdasarkan Surat Keterangan Warga yang dikeluarkan oleh RT setempat, Hi Ibrahim, menyebutkan YM pria kelahiran Pekanbaru Riau, 26 Juni 1971 dengan alamat Jalan KH Mas Mansyur No 46 Rawa Laut tidak pernah dibuatkan surat keterangan domisili atau surat keterangan lainnya.

Surat tertanggal 20 Februari 2020 ditandatangani oleh Ketua RT 07/Lk 1 Hi Ibrahim dengan cap basah.

Sementara salah satu syarat untuk menjadi PPK adalah berdomisili dalam wilayah kerja PPK setempat.

PPK Enggal Diduga Memalsukan Dokumen Kependudukan.

Saat mengajukan diri menjadi PPK ke KPU Bandarlampung, YM melampirkan dokumen kependudukan berupa fotokopi identitas diri atau e-KTP dan Kartu Keluarga.

Dalam e-KTP dengan NIK 1401062806710004 tertanggal 10 Oktober 2019 dan Kartu Keluarga Nomor 1401062502100006 tertanggal 9 Oktober 2019 disebutkan YM beralamat di Jalan KH Mas Mansyur No 46D.

“Sejauh yang saya tahu rumah nomor 46D itu tidak ada,” kata Sekretaris RT 07/Lk 1 Kelurahan Rawa Laut Agusnadi Sahputra saat dikonfirmasi di kediamannya, Jumat (28/2/2020).

Kemudian Agusnadi menunjukkan buku Data Penduduk RT 07/Lk 1 Kelurahan Rawa Laut yang dimilikinya.

“Kalau rumah No 46 itu atas nama Widodo, yang ditempati kakaknya yang perempuan. Widodo ini kakak ipar. Sementara YM ini tidak pernah lapor, saya tidak tahu kalau dia pernah tinggal di sana,” ujar Agusnadi.

“Soal surat menyurat domisili kami tidak pernah mengeluarkan surat atas nama yang bersangkutan,” lanjutnya.

PPK Enggal Diduga Memalsukan Dokumen Kependudukan.
Sekretaris RT 07/Lk 1 Kelurahan Rawa Laut Agusnadi Sahputra menunjukkan buku Data Penduduk RT 07/Lk 1, Jumat (28/2/2020). Foto: Buletin7.com

Pernyataan Sekretaris RT 07/Lk 1 Agusnadi Sahputra dibenarkan oleh Lurah Rawa Laut Ahmad Nauval.

Baca juga:  Esti Nur Fathonah Tantang Budiyono Buktikan Dugaan Jual Beli Jabatan

Menurut Ahmad Nauval, warga yang mengurus surat keterangan domisili di kelurahan harus membawa surat pengantar dari Ketua RT.

Setelah melihat identitas pemohon, pihak kelurahan akan mengeluarkan surat keterangan domisili berikut dengan penjelasan kegunaan surat tersebut.

“Yang bersangkutan menurut penelusuran kami sesuai informasi dari RT bahwa dia tidak tercatat di RT 07 / Lk 1 Kelurahan Rawa Laut. Begitu pula menurut buku registrasi yang saya amati, beliau tidak pernah tercatat sebagai pemohon domisili di Kelurahan Rawa Laut,” kata Ahmad.

“Tidak ada,” tegasnya.

Pihak Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Enggal mengaku telah meminta keterangan dari YM saat ditetapkan lolos 10 besar calon PPK.

Kantor Panwascam Enggal berada tepat di seberang rumah Widodo Jalan KH Mas Mansyur No 46.

Koordiv PHL Panwascam Enggal, Tantrawan  Patria Wicaksono, mengatakan dirinya turun langsung untuk memverifikasi identitas YM.

Dia mengaku sempat mengalami kesulitan untuk bertemu dengan YM karena yang bersangkutan tidak ada di kediamannya.

Pihak Panwascam baru bisa bertemu pada hari ketiga, saat malam dalam kondisi hujan deras.

Ada beberapa poin yang diverifikasi oleh Tantrawan, di antaranya keterlibatan partai politik, pernah menjadi pengurus parpol atau tim kampanye. Kemudian periodisasi atau pernah menjadi PPK, usia, dan domisili.

“Untuk domisili kami cek e-KTP nya sesuai dengan alamat, kelurahan, dan kecamatannya. Kami tidak memeriksa keabsahan dokumen kependudukannya. Sah atau tidak sahnya, kami tidak sampai ke sana,” ujar Wawan sapaan akrabnya.

PPK Enggal Diduga Memalsukan Dokumen Kependudukan.
Salah satu warga Kelurahan Rawa Laut Denny Sanca memamerkan dokumen kependudukan milik YM yang diduga palsu, Jumat (28/2/2020). Foto: Buletin7.com

Salah satu warga Rawa Laut, Denny Sanca, mengatakan dirinya pernah mengajukan tanggapan terkait lolosnya YM sebagai calon PPK Enggal ke seleksi 10 besar.

Lewat situs KPU Bandarlampung, Denny menyampaikan YM terindikasi menggunakan data palsu.

Baca juga:  KPU Lampung Optimis Capai 77,5 Persen Partisipan Pilkada 2020

“Saya klik website KPU Bandarlampung dan di bawah pengumuman 10 besar itu ada kolom komentar. Saya komentarlah,” kata Denny yang berprofesi pengacara ini.

Namun tanggapan yang disampaikan Denny Sanca tidak ditindaklanjuti oleh KPU Bandarlampung, dirinya kecewa karena KPU tidak pernah meminta klarifikasi.

“Saya kecewa, saya sudah sampaikan sanggahan pada 21 Februari lalu, melalui website KPU Bandarlampung dan pesan Whatsapp namun tidak digubris. Yang menggubris saya pun lewat pesan Whatsapp kayak bukan serius,” ujarnya.

Denny mengancam akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum karena ada indikasi pemalsuan dokumen kependudukan.

“Kalau tanggapan saya tidak serius disikapi maka akan saya bawa ke ranah kepolisian. Saya ingin menjaga Pilkada di Bandarlampung benar-benar bersih,” katanya.

Pada 18 Februari lalu, Polda Jawa Timur mengungkap sindikat pemalsuan dokumen kependudukan yang ditengarai digunakan untuk kepentingan pilkada.

Dokumen kependudukan yang dipalsukan berupa kartu keluarga, akta kelahiran, e-KTP, surat keterangan domisili, dan paspor.

Hasil penyelidikan Polda Jawa Timur, para pemesan data palsu ini dari berbagai daerah seperti Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Maluku. (Josua)

Dokumen Palsu Pilkada 2020 Rekrutmen PPK

Posting Terkait

Tinggalkan pesan