Panik, Ratusan Siswa SMP Negeri 23 Bandarlampung Berhamburan

391 views

 

Panik, Ratusan Siswa SMP Negeri 23 Bandarlampung Berhamburan

Ratusan siswa SMP Negeri 23 dan Dewan Guru menerima pembekalan kemampuan dasar tanggap darurat bencana dari BPBD Bandarlampung, Selasa (16/7/2019). Foto: Buletin7.com

BULETIN7.COM, BANDARLAMPUNG – RATUSAN siswa SMP Negeri 23 Bandarlampung, panik saat mendengar sirene peringatan gempa bumi. Mereka berlari meninggalkan ruang belajar menuju titik evakuasi, lapangan terbuka yang berada di tengah-tengah sekolah dengan tertib.

Ini merupakan simulasi penanggulangan prabencana yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandarlampung, Selasa (16/7/2019).

BPBD mulai mengenalkan program sekolah siaga bencana di sekolah jenjang SMP, sebelumnya program sekolah siaga bencana sudah dijalankan pada Sekolah Menengah Atas.

Panik, Ratusan Siswa SMP Negeri 23 Bandarlampung Berhamburan

Salah seorang guru berhasil memadamkan kobaran api dengan menyemprotkan racun api saat simulasi tanggap bencana bersama BPBD di SMP Negeri 23 Bandarlampung, Selasa (16/7/2019). Foto: Buletin7.com

Simulasi tanggap bencana di jenjang SMP sudah berlangsung beberapa kali, namun BPBD baru menjadikan SMA sebagai target utama.

Sebanyak 758 pelajar dan dewan guru SMP Negeri 23 mendapatkan pembekalan menyelamatkan diri saat gempa bumi.

“Siswa dapat melindungi kepala dengan tas atau buku, berlindung di bawah meja, menjauhi jendela kaca, dan mencari lapangan terbuka,” kata Kasi Tanggap Darurat Evakuasi dan Kebakaran, Suhaimi.

Simulasi penanganan prabencana gempa bumi dilanjutkan dengan pembekalan cara memadamkan api, karena peristiwa gempa bumi seringkali diikuti dengan peristiwa kebakaran yang disebabkan hubungan arus pendek.

Panik, Ratusan Siswa SMP Negeri 23 Bandarlampung Berhamburan

Kepala SMP Negeri 23 Bandarlampung, Irwan Qalbi, berupaya memadamkan kobaran api dengan menggunakan karung basah dalam simulasi tanggap bencana bersama BPBD, Selasa (16/7/2019). Foto: Buletin7.com

Petugas BPBD mempraktikkan dua teknik memadamkan api, yang pertama dengan menggunakan racun api dan berikutnya dengan menggunakan karung basah.

Baca juga:  Aditya Sebastian Ditemukan Tidak Bernyawa

Pemakaian tabung racun api saat memadamkan kobaran api harus searah dengan  angin bertiup, sehingga tepat sasaran karena gas dalam tabung terbatas.

Dewan guru bersama siswa yang menyaksikan diberikan kesempatan untuk mencoba langsung memadamkan api.

“Kegiatan simulasi prabencana dapat meningkatkan kemampuan dasar tanggap darurat bencana pada guru dan siswa, sebagai antisipasi bila terjadi bencana ketika proses belajar mengajar berlangsung,” ujar Kepala SMP Negeri 23, Irwan Qalbi. (*)

BPBD Bandar Lampung Sekolah Tanggap Bencana SMP Negeri 23 Bandarlampung

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan