Mbah Rono: mahasiswa pelopor masyarakat tangguh bencana

154 views

 

Mbah Rono: mahasiswa pelopor masyarakat tangguh bencana

Pakar geologi Indonesia Dr Surono DEA mengisi intisari studium generale yang diadakan Jurusan Sains Institut Teknologi Sumatera (Itera) di Aula Gedung Kuliah Umum, Selasa (5/11/2019). Foto: Buletin7.com

BULETIN7.COM, BANDARLAMPUNG – PAKAR geologi Indonesia Dr Surono DEA meminta mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) menjadi pelopor masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.

Tidak hanya aktif melakukan kegiatan setelah bencana terjadi, namun juga berperan mengedukasi masyarakat untuk siap menghadapi bencana guna meminimalisir korban dan kerugian yang ditimbulkan.

Hal tersebut menjadi intisari studium generale yang diadakan Jurusan Sains Itera yang menghadirkan Dr Surono atau yang lebih dikenal dengan Mbah Rono, di Aula Gedung Kuliah Umum Itera, Selasa (5/11/2019).

Studium generale yang diikuti mahasiswa dan dosen tersebut, mengangkat tema Peran Mahasiswa Dalam Menciptakan Masyarakat Tangguh Bencana.

Rektor Itera yang diwakili oleh Ketua Jurusan Sains Prof L Hari Wiryanto MS dalam pembukaan menyampaikan, lewat stadium generale yang diadakan, mahasiwa dan dosen diharapkan tidak hanya mampu menyerap pengetahuan yang diberikan oleh para pakar, tetapi juga dapat menerapkan pengetahuan yang didapatkan dalam perkuliahan dan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan pengetahuan yang cukup, mahasiswa Itera harus bisa menjadi pelopor masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi bencana,” ujar Hari Wiryanto.

Sementara, Mbah Rono menyampaikan, mahasiswa dan dosen semestinya berperan aktif dalam meminimalkan dampak dari sebuah bencana, baik korban jiwa ataupun kerusakan, dan melakukan kajian-kajian kewaspadaan terhadap bencana alam.

Mantan Kepala Badan Geologi ESDM tersebut menilai, selama ini pemerintah daerah masih kurang memperhatikan risiko-risiko bencana geologi yang berpotensi melanda daerah mereka.

Untuk itu, kampus diminta lebih berperan aktif untuk memberikan masukan, berupa kajian.

Baca juga:  Pertama di Indonesia, Itera Buka Prodi S1 Teknik Perkeretaapian

“Mahasiswa juga harus menciptakan sendiri komunitas-komunitas sadar bencana. Sehingga bencana-bencana yang selama ini menimbulkan korban jiwa yang banyak, bisa diminimalkan. Sebab kita bukan mengurangi bencana, akan tetapi mengurangi risiko kerugian yang ditimbulkan,” kata Mbah Rono. (*)

Dr Surono ITERA Studium Generale

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan