Mantan Anggota Pansel KPU Beberkan Dugaan Jual Beli Jabatan Komisioner

244 views

 

Mantan Anggota Pansel KPU Beberkan Dugaan Jual Beli Jabatan Komisioner

Mantan Anggota Tim Panitia Seleksi Komisioner KPU Provinsi Lampung, Dr Budiono, menggelar konferensi pers terkait jual beli jabatan komisioner KPU, Jumat (8/11/2019) siang, di Kantor LBH Bandarlampung. Foto: Buletin7.com

BULETIN7.COM, BANDARLAMPUNG — MANTAN Anggota Tim Panitia Seleksi Komisioner KPU Provinsi Lampung, Dr Budiono, mengungkap dugaan politik uang di seleksi Komisioner KPU Kabupaten/Kota.

Praktik politik uang diduga melibatkan salah satu Komisioner KPU Provinsi Lampung, dan calon Komisioner KPU Kabupaten Pesawaran dan Tulangbawang.

Budiono melaporkan dugaan praktik politik uang tersebut ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung.

Dirinya memilih untuk membongkar dugaan praktik politik uang untuk menegakkan proses demokrasi di Lampung, di samping juga kenal dengan korban.

Direktur LBH Bandarlampung Candra Muliawan yang menjadi kuasa hukum Budiono telah mengirimkan bukti-bukti dugaan praktik politik uang ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Dalam waktu dekat, kami juga akan melaporkan hal ini ke Polda Lampung,” kata Awang sapaan akrabnya.

Kronologi Dugaan Praktik Politik Uang

Dalam konferensi pers yang berlangsung di Kantor LBH Bandarlampung, Jumat (8/11/2019) siang, Budiono menuturkan salah satu calon Komisioner KPU Tulangbawang VY dimintai sejumlah uang agar lolos menjadi komisioner.

Budiono menuturkan suami VY berinisial GS menemui dirinya di rumah kediamannya, Minggu (3/11/2019) sekira pukul 06.30 WIB pagi.

“Dia (GS) pagi-pagi menemui saya karena istrinya (VY) ditelepon oleh salah satu calon Komisioner KPU Kabupaten yang sedang ikut testing tim seleksi,” katanya.

Berdasarkan penuturan Budiono, GS menyampaikan istrinya (VY) tidak akan diusulkan menjadi komisioner karena terkait dengan SIPOL (Sistem Informasi Partai Politik).

“Padahal itu tidak benar karena dia (VY) tidak pernah tercantum dalam partai itu,” lanjutnya.

Baca juga:  Masyarakat Lampung 1,7 Juta Pilih Golput

Kemudian salah satu calon komisioner menjanjikan VY bisa lolos kalau menyediakan uang sekitar Rp150 juta.

Mendengar pengakuan GS, Budiono mengaku tidak percaya, dan mengatakan hal tersebut sebagai bentuk penipuan.

“Walaupun isu terakhir yang saya dengar memang ada isu permainan uang dalam proses seleksi kabupaten/kota. Dimulai dari yang mengerucut kesepuluh itu sudah ada permainan, tetapi saya masih belum percaya,” ujarnya.

Mantan Anggota Pansel KPU Beberkan Dugaan Jual Beli Jabatan Komisioner

Mantan Anggota Tim Panitia Seleksi Komisioner KPU Provinsi Lampung, Dr Budiono, bersama Direktur LBH Bandarlampung, Candra Muliawan, menunjukkan surat laporan yang ditujukan kepada DKPP. Foto: Buletin7.com

Budiono kemudian meminta GS untuk menelepon orang yang menghubunginya.

“Insialnya LP seorang perempuan, salah satu calon Komisioner KPU Pesawaran,” kata akademisi Universitas Lampung ini.

Budiono meminta GS untuk melakukan perekaman terhadap LP untuk memastikan identitas LP.

“Dan terjadilah proses perekaman itu, dan dia mengatakan, salah satunya, bisa diluluskan dengan nilai Rp150 juta,” ujarnya.

“Karena dia (LP) juga sudah menyetor uang sekitar Rp170 juta, dalam rekaman itu, dan dia sudah setor dari awal proses,” lanjutnya.

Praktik politik uang dalam seleksi calon Komisioner KPU Kabupaten/Kota diketahui melibatkan salah satu Komisioner KPU Provinsi Lampung, ENF.

Budiono yang juga Ketua Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Informasi Provinsi Lampung mengatakan ENF menjadi Komisioner KPU Lampung juga karena menyerahkan sejumlah uang.

“Saya tidak tahu dimana, dan kepada siapa,” singkatnya.

Dalam rekaman percakapan di rumah kediaman Budiono disebutkan akan ada yang menghubungi VY.

Budiono meminta GS, suami VY, untuk bertemu dengan LP.

Dan pertemuan berlangsung di Swissbell Hotel pukul 08.30 WIB di hari yang sama pada saat fit and proper test berlangsung.

Baca juga:  KPU Kembali Data Pemilih Pasca Tsunami Kalianda

Budiono meminta GS untuk merekam kamar nomor 7010 untuk memastikan ada tidaknya komisioner.

“Begitu GS di sana, ternyata sudah ada seorang komisioner, dan salah satu calon komisioner KPU Pesawaran,” katanya.

Menurut Budiono, seorang Komisioner KPU yang sedang melakukan fit and proper test tidak boleh berhubungan dengan salah satu calon.

Setelah GS pulang ke rumah kediaman Budiono, GS menunjukkan rekaman video, dan Budiono memastikan jika orang yang di dalam video tersebut, benar ENF Anggota KPU Provinsi Lampung.

Setelah pertemuan tersebut, VY menerima telepon untuk menyerahkan uang Rp100 juta keesokan harinya di Hotel Horison dengan tanda bukti pembayaran kuitansi.

“Rekaman ini juga sudah saya sampaikan ke KPU Provinsi Lampung untuk ditindaklanjuti,” ujar Budiono.

Mantan Komisioner KPU Lampung Terkejut

Konferensi pers dugaan praktik politik uang seleksi Komisioner KPU Kabupaten/Kota turut dihadiri mantan komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih dan Nanang Trenggono.

“Bagi saya ini mengejutkan, hal ini tidak lazim,” kata Handi Mulyaningsih.

Mantan Anggota Pansel KPU Beberkan Dugaan Jual Beli Jabatan Komisioner

Mantan Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono dalam acara konferensi pers terkait jual beli jabatan komisioner KPU, Jumat (8/11/2019) siang, di Kantor LBH Bandarlampung. Foto: Buletin7.com

Menurut Handi, selama dirinya mengikuti seleksi belum pernah ada kejadian seperti ini.

“Penyelenggara pemilu harus bersih, berintegritas, dan profesional,” ujar Handi.

Sementara Nanang Trenggono yang merupakan mantan Ketua KPU Provinsi Lampung dua periode mengaku prihatin.

“Selama ini tidak pernah, waktu dulu dilakukan seleksi berjenjang oleh KPU Provinsi, enggak ada yang begini-begini,” kata Nanang. (*)

Jual Beli Jabatan KPU Lampung LBH Bandarlampung

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan