Lampung Butuh Dokter Spesialis Radiologi

190 views
Lampung Butuh Dokter Spesialis Radiologi.
Ketua IDI Lampung DR dr Asep Sukohar M.Kes (jas hijau) dan Ketua PDSRI DR H Karyanto Sp.Rad (tengah) dalam acara pelantikan pengurusPerhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia (PDSRI) Wilayah Lampung Cabang Ke-22 masa bakti 2019-2024 di Hotel Emersia, Sabtu (16/11/2019). Foto: Buletin7.com

BULETIN7.COM, BANDARLAMPUNG – KETUA Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Lampung DR dr Asep Sukohar M.Kes menyebutkan jumlah tenaga dokter spesialis radiologi di Lampung masih belum memadai.

Menurut Asep Sukohar jumlah ideal dokter spesialis radiologi di Lampung adalah satu dokter untuk tiap rumah sakit, dan saat ini tenaga dokter spesialis radiologi di Lampung belum mencukupi hanya berkisar 30 persen.

“Dari rasio, menurut saya masih belum tercukupi karena masih perlu ada. Di beberapa rumah sakit kita tahu, di Lampung saja, kita tahu lebih dari 30, jadi artinya satu rumah sakit saja paling tidak ada satu dokter radiologi. Tapi faktanya tidak seperti itu,” katanya usai melantik pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia (PDSRI) Wilayah Lampung Cabang Ke-22 di Hotel Emersia, Sabtu (16/11/2019) siang.

Untuk mengatasi kekurangan tenaga dokter spesialis radiologi, Asep Sukohar meminta Ketua PDSRI 2019 — 2024 DR H Karyanto Sp.Rad untuk meningkatkan pendidikan, layanan kesehatan, dan penelitian.

“Jadi dengan adanya ketua baru, tadi saya berikan pengarahan di bidang pelayanan seperti nilai medisinal, nilai elektrografi, nilai radiologi, dan lain sebagainya. Kemudian peningkatan kompetensi dalam rangka persiapan program studi pendidikan doktor spesialisasi radiologi,” ujar Asep.

Ketua PDSRI Wilayah Lampung DR H Karyanto Sp.Rad mengakui fasilitas pendukung radiologi merupakan padat modal.

Meskipun tenaga dokter spesialis radiologi mengalami perkembangan yang cukup baik, tapi masih tetap kekurangan jumlah.

“Dulu kita hanya berlima 10 tahun yang lalu cuma beberapa kita sekarang sudah 25. Kita sebenarnya perkembangannya cukup baik, tapi demikian pun masih tetap kekurangan tenaga,” katanya.

Untuk itu Karyanto mendorong peningkatan SDM dokter spesialis dengan mempertajam keilmuan untuk mengambil sub spesialis, dan membina calon-calon dokter dari perguruan tinggi Lampung, seperti Universitas Lampung dan Malahayati, untuk menjadi dokter spesialis radiologi.

“Kita tekankan untuk mereka yang berminat mengambil spesialisasi, kita selalu dengungkan. Dan ini sebenarnya suatu loncatan yang bagus karena radiologi ini sudah melewati banyak spesialis lain,” ujarnya.

Dirinya mengakui fasilitas pendukung radiologi adalah padat modal sehingga tidak mudah.

Namun hal itu tidak terlalu memberatkan karena hampir tiap kabupaten saat ini memiliki CT scan.

Peralatan USG dan alat konvensional merupakan hal yang biasa, dan sejak dulu ada. Dan CT scan juga sudah merambah rumah sakit swasta, tidak hanya di Bandarlampung, tapi juga di daerah-daerah lain.

“Meskipun masih dalam slice yang lama, tapi untuk kebutuhan di daerah itu sudah lebih dari cukup,” pungkasnya.

Sebelumnya Asep Sukohar menyebutkan kekurangan dokter spesialis radiologi dapat diatasi dengan mengombinasikan teknologi.

“Jadi menempatkan beberapa alat di beberapa pelayanan kesehatan dan setelah itu dikirimkan lewat internet dan nanti dibaca oleh spesialis radiologi yang ada di Lampung. Dan itu sudah dikembangkan di beberapa kota di Jakarta,” kata Asep.

Hal itu sepenuhnya bisa diterapkan melalui regulasi dan kesepakatan di antara ahli radiologi yang ada di Lampung.

“Kalau investor, saya pikir, sudah ada beberapa yang mau,” tutup Asep. (*)

Dokter Spesialis Radiologi IDI Lampung PDSRI Lampung 2019-2024

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan