Diksar Mahusa Universitas Lampung Diduga Aniaya RDP

464 views

 

Diksar Mahusa Universitas Lampung Diduga Aniaya RDP

Ibu korban, Novi (49) warga Kedaton Bandarlampung (tengah), saat berada di Fakultas Hukum Universitas Lampung melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan UKM Mahusa, Rabu (18/9/2019). Foto: Buletin7.com

BULETIN7.COM, BANDARLAMPUNG – PESERTA pendidikan dasar (diksar) pencinta alam UKM Fakultas Hukum Universitas Lampung diduga mengalami penganiayaan.

Kegiatan Diksar Mahusa Unila berlangsung di Gunung Betung Pesawaran sejak 12-15 September 2019 lalu dan diikuti 13 peserta.

Keluarga korban RDP warga Kedaton telah melaporkan dugaan penganiayaan ke Polda Lampung beberapa waktu lalu.

Hingga saat ini Polda Lampung terus melakukan penyelidikan dugaan penganiayaan terhadap RDP.

Dirreskrimum Polda Lampung Kombes Pol M Barly mengatakan, pihaknya telah melakukan serangkaian penyelidikan. Yakni, memeriksa, saksi (saksi pelapor), melakukan olah TKP, berkoordinasi dengan pihak Unila, dan meminta visum dari RSUD Abdul Moeloek.

“Dari hasil penyelidikan, memang benar adanya diksar itu, pada 13-15 September 2019 di Gunung Betung, Padang Cermin,” kata Kombes Pol M Barly, Rabu (9/10/2019).

Rencananya Jumat (11/10/2019) Polda Lampung akan melakukan pemanggilan terhadap para saksi peserta, panitia, terutama panitia terlapor.

“Kalau memang terjadi dan cukup alat bukti, maka bakal kita naikan ke tingkat penyidikan dan bakal ada Tersangka,” ujar M Barly.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan Polda Lampung, diketahui kronologi peristiwanya sebagai berikut, pada 14 September 2019 pukul 21.00 WIB saat proses perakitan tenda, korban RDP pingsan.

Namun korban ditampar oleh panitia berinisial GT lantaran diduga membohongi peserta dengan cara pura-pura pingsan.

Setelah sadar RDP dibawa ke pos utama oleh panitia berinisial ST, dan RDP meminta izin untuk pulang, karena tidak kuat, dan korban diminta untuk mengemas barang.

Lalu datang dua senior korban berinisial  GT dan FZ yang berdalih hendak membantu mengemas barang korban.

Baca juga:  Pilrek Unila Digelar Sebelum Jokowi-Amin Dilantik

Namun korban dibawa ke tengah hutan oleh GT dan FZ kemudian dipukuli dan ditendang di bagian perut, dada, kaki, serta kepala.

Ketika korban dianiaya oleh GT dan FZ, datanglah senior berinisial TN, ia meminta GT dan FZ untuk berhenti menganiaya korban, dan meminta GT serta FZ membawa korban beserta barangnya ke tenda pos utama.

Ketika korban kembali membereskan barang-barangnya di dekat tenda utama, korban kembali ditonjok dan ditampar oleh GT, sedangkan FZ menendang, menginjak kaki, serta mencekik leher korban, Kemudian korban dibawa ke tenda utama.

Ketika proses pengantaran ke tenda utama dan korban diantarkan oleh GT, FZ, dan AZ, GT dan FZ kembali memukul korban dibagian muka dan menenang perut korban, tak berselang lama datang lagi Panitia berinisial DM, yang  memukul wajah dan Perut korban berulang kali.

Pada Minggu 15 September 2019 pagi, korban pun hendak diantarkan ke luar tenda untuk diantarkan pulang oleh Senior, namun GT kembali memukul wajah korban, sedangkan FZ mencekik leher korban.

Akhirnya GT, FZ, DM, dan AZ pun dilaporkan ke Mapolda Lampung, dengan nomor LP/B-1446/IX/2019/LPG/SPKT tertanggal 27 September 2019. (*)

Diksar Mahusa Fakultas Hukum Universitas Lampung

Penulis: 
    author

    Posting Terkait