CSO Gandeng Media Sosialisasi Bahaya Penularan HIV/AIDS

289 views

 

CSO Gandeng Media Sosialisasi Bahaya Penularan HIV/AIDS

Sekretaris AJI Bandarlampung Dian Wahyu K (kiri) menerima kunjungan aktivis CSO di Sekretariat AJI Bandarlampung, Jumat (9/8/2019). Foto: Buletin7.com

BULETIN7.COM, BANDARLAMPUNG – AKTIVIS yang tergabung dalam Civil Society Organization (CSO) mengajak media untuk berperan serta dalam nenanggulangi penyebaran HIV/AIDS di Lampung, khususnya Kota Bandarlampung.

Sebanyak 6 komunitas yang aktif menyuarakan bahaya penularan HIV/AIDS mengunjungi Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung, Jumat (9/8/2019).

Keenam komunitas ini di antaranya Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia, Ikatan Perempuan Positif, Jaringan Indonesia Positif, Saburai Support Group, Gaya Lentera Muda Lampung, dan Organisasi Perubahan Sosial Indonesia.

Menurut Dewan Pendiri Gaya Muda Lentera Lampung, Michelle, media sangat berperan untuk mendukung program–program komunitas dalam memberikan pemahaman bahaya penyakit menular HIV/AIDS.

“Kami merasakan bahwa teman-teman media ini adalah penyambung lidah kami untuk secara luas dipahami oleh masyarakat. Media juga punya peranan untuk menurunkan stigma negatif dan perlakuan diskriminatif masyarakat terhadap ODHA (orang dengan HIV/AIDS),” kata Michelle.

Michelle bersama beberapa rekannya, saat ini, berupaya mendorong Pemerintah Kota Bandarlampung untuk mengangkat kebijakan strategis terkait resiko penyebaran dan penanggulangan penyakit menular seperti HIV/AIDS.

CSO Gandeng Media Sosialisasi Bahaya Penularan HIV/AIDS

Dewan Pendiri Gaya Muda Lentera Lampung (GayLamp) Michelle usai diskusi bersama di Sekretariat AJI Bandarlampung, Jumat (9/8/2019). Foto: Buletin7.com

Menurut Michelle, obat-obatan yang digunakan ODHA selama ini berasal dari negara donor. Dia berharap Pemkot Bandarlampung melalui peraturan daerah bersedia menganggarkan biaya pengobatan ODHA lewat APBD.

“Seandainya bisa mandiri melalui APBD, obat-obatan seperti ARV untuk ODHA bisa dicover oleh daerah masing-masing,” ujar Michelle.

Sekretaris AJI Bandarlampung, Dian Wahyu K, mengapresiasi kunjungan aktivis CSO. Hal ini sejalan dengan amanah yang diemban AJI Bandarlampung lewat Bidang Gender, Anak, dan Kelompok Marginal.

Baca juga:  Yuk Daftar Kompetisi Jurnalistik AJI Bandarlampung!

“Dari hasil diskusi tadi, teman-teman sudah mulai peduli, dan melakukan aksi nyata. Suatu hal yang baik jangan sampai penularan HIV/AIDS merambah ke warga-warga lain. Anak-anak muda Indonesia khususnya Lampung harus memiliki organ reproduksi yang bebas dari HIV/AIDS,” kata Dian.

Sebelumnya Indonesia Aids Coalition bersama aktivis Civil Society Organization telah menggelar diskusi bersama sejumlah media di Hotel Novotel terkait peran penting media dalam sosialisasi bahaya penularan HIV/AIDS. (*)

AJI Bandarlampung CSO HIV/AIDS

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan