Bawaslu Ingatkan Netralitas ASN di Pilwakot Bandarlampung

186 views

 

Bawaslu Ingatkan Netralitas ASN di Pilwakot Bandarlampung

Dari kiri ke kanan, Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansah, Dosen Hukum Universitas Bandarlampung Zainudin Hasan, Koordinator KAMMI Pantau Dian Putra, dalam diskusi ‘Aroma Arogansi Pilwakot Bandarlampung 2020’ di Kafe Kopi Sudut, Kamis (31/10/2019). Foto: Buletin7.com

BULETIN7.COM, BANDARLAMPUNG – BAWASLU Bandarlampung kembali mengingatkan netralitas ASN di Pilwakot 2020 mendatang.

Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansah mengaku telah mengirimkan surat pencegahan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, sertaKetua Tim Penggerak PKK berkaitan dengan netralitas ASN.

“Sudah ada informasi tentang pergerakan ASN. Padahal sudah jelas ASN itu harus netral,” kata Candrawansah dalam sebuah diskusi di Kafe Kopi Sudut, Kamis (31/10/2019).

Candrawansah hadir sebagai pembicara dalam acara diskusi dengan tema ‘Aroma Arogansi Pilwakot Bandarlampung 2020’ yang digelar Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia.

“Bukan dalam bentuk ajakan saja, me-Like di media sosial saja, ini merupakan bentuk keberpihakan ASN kepada peserta pemilu,” ujarnya.

Surat pencegahan untuk tidak melibatkan ASN di Pilwakot 2020 kepada para pemangku kebijakan di lingkungan Pemkot Bandarlampung merupakan upaya maksimal yang dilakukan oleh Bawaslu.

Bawaslu berharap mendapatkan dukungan dari masyarakat untuk turut aktif berpartisipasi mengawasi jalannya proses demokrasi.

Guna mendukung tugas Bawaslu dalam melakukan pengawasan, KAMMI Bandarlampung mendeklarasikan gerakan KAMMI Pantau.

“KAMMI Pantau merupakan gerakan mengawal proses Pilkada 2020 yang digelar serentak di 8 kabupaten kota se-Lampung,” kata Koordinator KAMMI Pantau, Dian Putra.

KAMMI Pantau akan membentuk posko pengaduan untuk memudahkan akses pelaporan masyarakat.

Sebagai bentuk ikhtiar KAMMI mengawal jalannya proses demokrasi, KAMMI Pantau menyatakan:

  1. Meminta semua kontestan pilkada berlaku jujur, dan elegan dalam mengikuti kompetisi politik
  2. Mendesak semua peserta politik agar tidak melibatkan ASN dalam kegiatan kampanye, dukungan, sosialisasi, baik dalam ranah riil maupun dunia maya atau online.
  3. Meminta entitas pengawas pemilu berlaku profesional, dan menindaklanjuti setiap temuan yang mengarah pada pelanggaran pidana.
  4. Mengajak semua komponen masyarakat sipil mengawal proses pilkada serentak di 8 kabupaten/kota di Lampung
  5. Membentuk posko KAMMI Pantau di setiap kabupaten dan kota untuk memudahkan akses pelaporan terhadap setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan.
Baca juga:  Tabloid Indonesia Barokah Tiba di Kantor Pos Pahoman

Acara diskusi ‘Aroma Arogansi Pilwakot Bandarlampung 2020’ juga turut dihadiri Dosen FISIP Universitas Lampung Darmawan Purba, dan Dosen Hukum Universitas Bandarlampung Zainudin Hasan. (*)

Bawaslu Bandarlampung KAMMI Pantau Netralitas ASN

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan