Bandarlampung Songsong Kota Layak Anak Tingkat Madya

382 views
Bandarlampung Songsong Kota Layak Anak Tingkat Madya

Rapat Tim Gugus Tugas Kota Bandarlampung Layak Anak di Ruang Rapat Gedung Pemkot Lantai 3, Senin (25/2/2019). Foto: Buletin7.com

BULETIN7.COM, BANDARLAMPUNG — PEMERINTAH Kota Bandarlampung mempersiapkan beberapa inovasi untuk meraih Kota Layak Anak (KLA) Tingkat Madya tahun ini.

Sebelumnya pada 2018 lalu, Pemkot Bandarlampung telah meraih penghargaan KLA Tingkat Pratama dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise.

Dalam Rapat Tim Gugus Tugas KLA di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Pemkot, Senin (25/2/2019), Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sukma Wijaya, mengungkap beberapa indikator Bandarlampung sebagai kota yang ramah anak.

“Pertama mempersiapkan mulai dari satu sekolah layak anak, lahan terbuka untuk bermain anak, kemudian layanan pengaduan anak,” kata Sukma Wijaya.

Layanan pengaduan anak, lanjut Sukma Wijaya, untuk memberikan rasa nyaman kepada anak ketika berhadapan dengan persoalan hukum.

“Dan ini ranahnya ada di Polres, pengadilan, kejaksaan. Ternyata setiap pihak sudah mempersiapkan semua,” ujar Sukma.

Sementara untuk sekolah yang ramah anak, Wali Kota Bandarlampung Herman HN telah memberikan jaminan bahwa Bandarlampung bebas dari anak putus sekolah.

Namun untuk anak yang tidak mau sekolah, Pemkot menggandeng keluarga untuk mengantisipasi dengan mendorong orang tua agar memotivasi anak semangat sekolah.

Terkait masalah anak pernikahan dini,sesuai aturan perundang-undangan NKRI memiliki batasan usia menikah, baik untuk wanita maupun pria.

Untuk anak yang menikah di bawah usia sebagaimana diatur undang-undang, menurut hukum agama diperbolehkan sepanjang memiliki izin dari Pengadilan Agama.

“Jadi, solusi-solusi seperti ini yang harus kita bangun, sehingga ke depannya Bandarlampung sebagai KLA secara real dapat dirasakan oleh masyarakat, terutama anak-anak,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Bandarlampung yang juga Ketua Tim Gugus Tugas KLA, Khaidarmansyah mengatakan sebagai kota yang ramah anak, Pemkot Bandarlampung memberikan jaminan atas hak-hak sipil anak terpenuhi.

“Setiap anak harus memiliki identitas, punya akta kelahiran, dan masuk dalam kartu keluarga,” kata Khaidarmansyah.

Bahkan anak yang lahir tanpa bapak juga disebut memiliki hak sipil yang sama dengan lainnya.

“Itu sudah ada regulasinya, tinggal kita mendorong orang tuanya supaya mau mengurus akta kelahiran, kartu identitas anak, dan masuk kartu keluarga,” ujarnya. (*)

Kota Bandarlampung Kota Layak Anak

Posting Terkait

Tinggalkan pesan