AILA Lampung Tolak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

390 views

 

AILA Lampung Tolak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

AILA Lampung menggelar Diskusi Kajian Kritis RUU Penghapusan Kekerasan Seksual di Gedung Serba Guna SMA Negeri 2 Bandarlampung, Minggu (3/3/2019). Foto: Buletin7.com

BULETIN7.COM, BANDARLAMPUNG — ALIANSI Cinta Keluarga Indonesia (AILA) mengkritisi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) karena berpotensi melegalkan perzinahan dan LGBT serta menyuburkan praktik prostitusi dan aborsi. AILA Provinsi Lampung menggelar diskusi kajian kritis terhadap RUU P-KS di Gedung Serba Guna SMA Negeri 2 Bandarlampung, Minggu (3/3/2019).

AILA menilai konsep dasar pembentukan RUU tersebut bukan pada baik atau buruknya kekerasan seksual namun lebih didasarkan kepada rasa suka atau tidak suka pelaku kekerasan seksual. Sehingga apabila disahkan menjadi sebuah undang-undang maka akan berpotensi melegalkan perzinahan hingga prilaku LGBT.

Menurut AILA, RUU P-KS mengindikasikan penyaluran hasrat seksual jika dilakukan atas dasar suka sama suka bukanlah sebuah pelanggaran hukum.

“RUU P-KS sangat jelas bertentangan dengan Pancasila, sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945,” kata Sekretaris Jenderal Aliansi Cinta Keluarga Indonesia Wilayah Provinsi Lampung, Nurul Hidayati.

Istri dari politisi Partai Keadilan Sejahtera, Al Muzzammil Yusuf,  menyebutkan pengesahan RUU tersebut akan menyuburkan praktik prostitusi dan aborsi. Di samping itu RUU ini juga menumbuhkan pemahaman yang multitafsir di tengah-tengah masyarakat.

Tahun ini DPR RI dari Komisi VIII berencana untuk membahas kembali Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual usai pemilu 2019. Pembahasan rancangan undang-undang ini diusung oleh partai PDI Perjuangan bersama Gerindra dan mendapatkan penolakan keras dari Partai Keadilan Sejahtera. (*)

AILA Lampung RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Posting Terkait

Tinggalkan pesan